Kamis, 03 Juli 2014


Jika Ibadah Hanya Sosialita, Judul itulah yang saya rasa sangat tepat untuk mengungkapkan penggambaran masyarakat untuk saat ini. Ketika Ibadah dan gencar ketika hanya bulan ramadhan dan pada awal saja, dan ketika menjelang ramadhan berakhir tinggal satu baris shaf dan biasanya diperparah hanya tinggal 2 orang yakni imam dan makmum. Ibadah ramadhan tahun ini berbeda dengan ibadah - ibadah ramadhan pada tahun lalu. Tahun ini, saat ramadhan bangsa ini disuguhkan dengan 2 momen akbar yakni Piala dunia dan Pemilihan Presiden. Tapi hal tersebut bukan menjadi alasan seseorang terus untuk menunda atau tidak melaksanakan Ibadah.

Pemandangan lain ditemui, saat sholat sunah tarawih berjamaah banyak kaum ibu - ibu atau hijabers yang jor - joran kerudung/ mukena baru. Hal tersebut tidak salah karena yang dipamerkan adalah pribadi, tapi sejatinya karena ibadah itu panggilan hati dan pelaksanaannya di masjid bukan di cafe/ mall maka itu harus dihindari. Jika tidak dihindari ini menyebabkan kesenjangan antara si miskin dan kaya dan ibadah menjadi suatu hal paksaan.



Doa Selama Bulan Ramadhan : Semoga hari ini dan seterusnya masjid dan langgar bukan hanya ramai karena masih awal bulan Ramadhan dan tidak kehilangan jamaahnya satu persatu satu tiap harinya. Dan semoga tidak diperparah menjadi satu baris pada minggu terakhir. Jadikanlah Ibadah karena memang panggilan dari hati dan bukan karena sosialita semata atau ikut - ikutan.

[Foto : Ilustrasi Sosialita]

0 komentar:

Posting Komentar